Melia Propolis Asli Harga Propolis Melia Biyang Asli Terbaru Surabaya

Login/Register

 

MENYEMBUHKAN DIABETES MELITUS DENGAN MELIA PROPOLIS


Hasil gambar untuk diabetes melitus

Diabetes berasal dari bahasa Yunani yang berarti “mengalirkan atau mengalihkan” (siphon). Mellitus berasal dari bahasa latin yang bermakna manis atau madu. Penyakit diabetes melitus dapat diartikan individu yang mengalirkan volume urine yang banyak dengan kadar glukosa tinggi, yang juga dikenal di Indonesia dengan istilah penyakit kencing manis. Menurut American Diabetes Association (ADA) tahun 2005, diabetus merupakan suatu kelompok panyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya.

Diabetes Mellitus (DM) adalah kelainan defisiensi dari insulin dan kehilangan toleransi terhadap glukosa. Penyakit jangka panjang atau kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang jauh di atas normal. Glukosa sangat penting bagi kesehatan kita karena merupakan sumber energi utama bagi otak maupun sel-sel yang membentuk otot serta jaringan pada tubuh kita.
Glukosa adalah bukan gula biasa yang umum tersedia di toko atau pasar. Glukosa adalah karbohidrat alamiah yang digunakan tubuh sebagai sumber energi. Yang banyak dijual adalah sukrosa dan ini sangat berbeda dengan glukosa. Konsentrasi tinggi dari glukosa dapat ditemukan pada minuman ringan (soft drink) dan buah-buah tertentu. Kadar gula darah hanya menyiratkan kadar glukosa darah dan tidak menyatakan kadar fruktosa, sukrosa, maltosa dan laktosa (banyak pada susu). Yang bukan glukosa akan diubah sebagian menjadi glukosa melalui proses yang bisa panjang tergantung jenisnya, karenanya mungkin tidak cepat menaikkan kadar gula darah. Buah selain memiliki glukosa juga memiliki fruktosa dengan komposisi yang berbeda-beda tergantung buahnya. Sukrosa termasuk cepat berubah menjadi glukosa, tetapi gula batu karena proses pembuatannya berbeda lebih baik dari gula pasir, sedangkan gula aren dan gula jawa jauh lebih baik bagi penderita diabetes.
Kadar glukosa pada darah dikendalikan oleh beberapa hormon. Hormon adalah zat kimia di dalam badan yang mengirimkan tanda pada sel-sel ke sel-sel lainya. Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas. Ketika makan, pankreas membuat insulin untuk mengirimkan pesan pada sel-sel lainnya di tubuh. Insulin ini memerintahkan sel-sel untuk mengambil glukosa dari darah. Glukosa digunakan oleh sel-sel untuk pembuatan energi. Glukosa yang berlebih disimpan dalam sel-sel sebagai glikogen. Pada saat kadar gula darah mencapai tingkat rendah tertentu, sel-sel memecah glikogen menjadi glukosa untuk menciptakan energi.
Pada tahun 2013, Indonesia memiliki sekitar 8,5 juta penderita Diabetes yang merupakan jumlah ke-empat terbanyak di Asia dan nomor-7 di dunia. Tetapi kurang dari 50% dari mereka yang menyadarinya. Dan pada tahun 2020, diperkirakan Indonesia akan memiliki 12 Juta penderita diabetes, karena yang mulai terkena diabetes semakin muda.

KLASIFIKASI DIABETES
Dokumen konsesus tahun 1997 oleh American Diabetes Association’s Expert Committee on the Diagnosis and Classification of Diabetes Melitus, menjabarkan 4 kategori utama diabetes, yaitu: (Corwin, 2009)
  • Tipe I: Insulin Dependent Diabetes Melitus (IDDM)/ Diabetes Melitus tergantung insulin (DMTI)
Lima persen sampai sepuluh persen penderita diabetik adalah tipe I
Penderita diabetes tipe 1 sangat bergantung kepada insulin karena sistem kekebalan tubuh penderita akan menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Hal ini memicu peningkatan kadar glukosa sehingga terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh. Hingga saat ini, penyebab di balik diabetes tipe 1 belum diketahui secara pasti.
Penderita jenis diabetes ini umumnya berusia di bawah 30 tahun, biasanya muncul pada masa remaja atau anak-anak. Karena itu, diabetes tipe 1 juga disebut sebagai diabetes anak-anak.

Selain harus menerima suntikan insulin setiap hari, penderita diabetes tipe 1 juga disarankan untuk menjaga kadar glukosa dalam darah agar tetap seimbang. Misalnya dengan menerapkan pola makan sehat dan menjalani tes darah secara rutin.
  • Tipe II: Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM)/ Diabetes Mellitus tak tergantung insulin (DMTTI)
Sembilan puluh persen sampai 95% penderita diabetik adalah tipe II. Pengobatan pertama adalah dengan diit dan olah raga. Terjadi paling sering pada mereka yang berusia lebih dari 30 tahun dan pada mereka yang obesitas.
Diabetes jenis ini disebabkan oleh kurangnya produksi insulin dalam tubuh atau sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Kekurangpekaan sel-sel tubuh ini dikenal dengan istilah resistensi terhadap insulin.
Diabetes tipe 2 sering dihubungkan dengan obesitas. Memang tidak semua orang yang mengidap obesitas akan otomatis menderita diabetes tipe 2. Tetapi, makin tinggi indeks massa tubuh seseorang, maka risiko diabetes tipe ini juga meningkat. Diabetes akibat obesitas umumnya menyerang para manula.
  • DM Tipe Lain.
Karena kelainan genetik, penyakit pankreas (trauma pankreatik), obat, infeksi, antibodi, sindroma penyakit lain, dan penyakit dengan karakteristik gangguan endokrin.
  • Diabetes Kehamilan: Gestasional Diabetes Melitus (GDM)
Diabetes yang terjadi pada wanita hamil yang sebelumnya tidak mengidap diabetes.
PENYEBAB DIABETES 
1. Diabetes Melitus tergantung insulin (DMTI)
a. Faktor genetic
Penderita diabetes tidak mewarisi diabetes tipe I itu sendiri tetapi mewarisi suatu presdisposisi atau kecenderungan genetic kearah terjadinya diabetes tipe I. Kecenderungan genetic ini ditentukan pada individu yang memililiki tipe antigen HLA (Human Leucocyte Antigen) tertentu. HLA merupakan kumpulan gen yang bertanggung jawab atas antigen tranplantasi dan proses imun lainnya.
b. Faktor imunologi
Pada diabetes tipe I terdapat bukti adanya suatu respon autoimun. Ini merupakan respon abnormal dimana antibody terarah pada jaringan normal tubuh dengan cara bereaksi terhadap jaringan tersebut yang dianggapnya seolah-olah sebagai jaringan asing.
c. Faktor lingkungan
Faktor eksternal yang dapat memicu destruksi sel β pancreas, sebagai contoh hasil penyelidikan menyatakan bahwa virus atau toksin tertentu dapat memicu proses autoimun yang dapat menimbulkan destuksi sel β pancreas.
2. Diabetes Melitus tak tergantung insulin (DMTTI)
Secara pasti penyebab dari DM tipe II ini belum diketahui, factor genetic diperkirakan memegang peranan dalam proses terjadinya resistensi insulin. Diabetes Melitus tak tergantung insulin (DMTTI) penyakitnya mempunyai pola familiar yang kuat. DMTTI ditandai dengan kelainan dalam sekresi insulin maupun dalam kerja insulin. Pada awalnya tampak terdapat resistensi dari sel-sel sasaran terhadap kerja insulin. Insulin mula-mula mengikat dirinya kepada reseptor-reseptor permukaan sel tertentu, kemudian terjadi reaksi intraselluler yang meningkatkan transport glukosa menembus membran sel. Pada pasien dengan DMTTI terdapat kelainan dalam pengikatan insulin dengan reseptor. Hal ini dapat disebabkan oleh berkurangnya jumlah tempat reseptor yang responsif insulin pada membran sel. Akibatnya terjadi penggabungan abnormal antara komplek reseptor insulin dengan system transport glukosa. Kadar glukosa normal dapat dipertahankan dalam waktu yang cukup lama dan meningkatkan sekresi insulin, tetapi pada akhirnya sekresi insulin yang beredar tidak lagi memadai untuk mempertahankan euglikemia (Price, 1995 cit Indriastuti 2008). Diabetes Melitus tipe II disebut juga Diabetes Melitus tidak tergantung insulin (DMTTI) atau Non Insulin Dependent Diabetes Melitus (NIDDM) yang merupakan suatu kelompok heterogen bentuk-bentuk Diabetes yang lebih ringan, terutama dijumpai pada orang dewasa, tetapi terkadang dapat timbul pada masa kanak-kanak.
Faktor risiko yang berhubungan dengan proses terjadinya DM tipe II, diantaranya adalah:
a/. Usia (resistensi insulin cenderung meningkat pada usia di atas 65 tahun)
b/. Obesitas
c/. Riwayat keluarga
d/. Kelompok etnik
GEJALA DIABETES
Sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui gejala awal diabetes. Baik bagi yang berisiko tinggi maupun bagi yang merasa sehat dan tidak memiliki riwayat atau potensi mengidap diabetes.
Diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu, bahkan beberapa hari saja. Sedangkan banyak penderita diabetes tipe 2 yang tidak menyadari bahwa mereka telah mengidap diabetes selama bertahun-tahun karena gejalanya cenderung tidak spesifik. Beberapa gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 meliputi:
  • Sering merasa haus.
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari (Poliuri)
  • Rasa lapar yang ekstrem.
  • Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Berkurangnya massa otot.
  • Terdapat keton dalam air seni. Keton adalah produk sampingan dari metabolisme otot dan lemak yang terjadi ketika produksi insulin tidak cukup.
  • Kelelahan dan Kelemahan.
  • Pandangan yang kabur.
  • Luka yang lama sembuh.
  • Sering mengalami infeksi, misalnya pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih.

Hasil gambar untuk gejala diabetes melitus
Makanan Diet Diabetes
Bagi penderita penyakit diabetes sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan berpengaruh baik pada kadar gula. Hal ini dikarenakan menurunnya produksi hormon insulin dari pankreas sehingga menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi tinggi. Maka dianjurkan bagi para penderita diabetes untuk mengasup makanan yang mengandung karbohidrat dari whole grain, sayuran, buah-buahan dan susu rendah lemak.
Makanan diet yang dianjurkan bagi penderita diabetes, antara lain :
– Kacang polong, kacang panjang dan buncis
– Apel, aprikot dan pir
– Oats
– Roti gandum dan ubi jalar
– Susu krim dan yogurt rendah lemak
– Daging unggas dan daging merah rendah lemak
– Makarel, sarden, dan salmon
– Labu dan biji rami
– Buah dan sayur-sayuran
– Beras merah
Makanan tersebut dianggap dapat memberikan asupan zat yang sangat dibutuhkan para penderita diabetes, tanpa membahayakan kesehatan penderita tersebut. Selain jenis makanan, para penderita diabetes juga harus memperhatikan porsi makanan dan jadwal makannya. Dengan memperhatikan ketiga hal tersebut, maka dapat meminimalisir kemungkinan meningkatnya kadar gula dalam darah.Makanan Diet Diabetes

KOMPLIKASI DIABETES

1. Komplikasi akut
Komplikasi akut terjadi sebagai akibat dari ketidakseimbangan jangka pendek dari glukosa darah.
a. Hipoglikemia.
b. Ketoasidosis diabetic (DKA)
c. sindrom hiperglikemik hiperosmolar non ketotik (HONK).

2. Komplikasi kronik
Umumnya terjadi 10 sampai 15 tahun setelah awitan.
a. Makrovaskular (penyakit pembuluh darah besar), mengenai sirkulasi koroner, vaskular perifer dan vaskular selebral.
b. Mikrovaskular (penyakit pembuluh darah kecil), mengenai mata (retinopati) dan ginjal (nefropati). Kontrol kadar glukosa darah untuk memperlambat atau menunda awitan baik komplikasi mikrovaskular maupun makrovaskular.
c. Penyakit neuropati, mengenai saraf sensorik-motorik dan autonomi serta menunjang masalah seperti impotensi dan ulkus pada kaki.
d. Ulkus/gangren
ULKUS DIABETES


Hasil gambar untuk gejala diabetes melitus
Diabetes Militus - Zaqi.site



Ulkus adalah luka terbuka pada permukaan kulit atau selaput lender dan ulkus adalah kematian jaringan yang luas dan disertai invasif kuman saprofit. Adanya kuman saprofit tersebut menyebabkan ulkus berbau, ulkus diabetikum juga merupakan salah satu gejala klinik dan perjalanan penyakit DM dengan neuropati perifer, (Andyagreeni, 2010).
Ulkus Diabetik merupakan komplikasi kronik dari Diabetes Melllitus sebagai sebab utama morbiditas, mortalitas serta kecacatan penderita Diabetes. Kadar LDL yang tinggi memainkan peranan penting untuk terjadinya Ulkus Uiabetik untuk terjadinya Ulkus Diabetik melalui pembentukan plak atherosklerosis pada dinding pembuluh darah, (zaidah 2005).

a.  Faktor endogen:
1)    Neuropati
Terjadi kerusakan saraf sensorik yang dimanifestasikan dengan penurunan sensori nyeri, panas, tak terasa, sehingga mudah terjadi trauma dan otonom/simpatis yang dimanifestasikan dengan peningkatan aliran darah, produksi keringat tidak ada dan hilangnya tonus vaskuler
2)    Angiopati
Dapat disebabkan oleh faktor genetic, metabolic dan faktor resiko lain.
3)    Iskemia
Adalah arterosklerosis (pengapuran dan penyempitan pembuluh darah) pada pembuluh darah besar tungkai (makroangiopati) menyebabkan penurunan aliran darah ke tungkai, bila terdapat thrombus akan memperberat timbulnya gangrene yang luas.
Aterosklerosis dapat disebabkan oleh faktor:
·         Adanya hormone aterogenik
·         Merokok
·         Hiperlipidemia
Manifestasi kaki diabetes iskemia:
  • Kaki dingin
  • Nyeri nocturnal
  • Tidak terabanya denyut nadi
  • Adanya pemucatan ekstrimitas inferior
  • Kulit mengkilap
  • Hilangnya rambut dari jari kaki
  • Penebalan kuku
  • Gangrene kecil atau luas.
b.  Faktor eksogen

1)    Trauma
2)    Infeksi
CARA PENGOBATAN DIABETES DAN LUKA DIABETES  MENGGUNAKAN PROPOLIS DAN MELIA BIYANG
Propolis dan Melia biyang bersifat sebagai Antioksidan , bersamaan bekerja langsung ke sumber masalah yaitu kelenjar Pankreas, meregenerasi kelenjar pankreas,, sehingga terjadi perbaikan pankreas, dan diharapkan fungsinya menghasilkan insulin menjadi normal kembali , kerja reseptornya semakin baik dalam menyimpan gula darah masuk kedalam hati sehingga gula darah menjadi normal.
Propolis juga sebagai nutrisi yang sangat tinggi.
Minum Propolis 3x20 tetes kedalam seperempat gelas air hangat dan semprot melia biyang kebawah lidah 3x5 semprot.

Gejala tindak balas :

Kadar Gula darah dan tekanan darah naik makin tinggi sesaat, gejala DM meningkat (Banyak minum, banyak makan , banyak buang urin) tangan dan kaki kebal/kesemutan. Ketika hal ini terjadi ,, pemakaian propolis dan melia biyang ditingkatkan.

Pemakaian Propolis untuk mengobati Luka diabetes

Propolis bersifat antiradang , menghentikan aktifitas bakteri, bersamaan dengan Melia biyang akan meregenerasi jaringan yang luka.
- bersihkan luka diabetes dengan larutan NaCl
- Semprotkan larutan propolis dengan menggunakan Spuit untuk membersihkan nanah dan cairan pada luka.
- Semprotkan Melia biyang ke seluruh bagian luka, diamkan 5 menit.
- oleskan merata Propolis tanpa dilarutkan ke bagian luka
- Tutup luka dengan kain kassa steril.
Propolis dan melia biyang juga dikonsumsi dari dalam untuk membersihkan darah dari dalam sehingga pengobatan luka menjadi lebih cepat

Cara Pemesanan Melia Propolis

Jika anda ingin melakukan order pemesanan Melia Propolis Dan Melia Biyang silahkan hubungi kontak kami dibawah ini

Ketik sms:
Nama, Alamat Lengkap, No. HP, Jumlah Botol/Paket Propolis atau Biyang

Kirim ke:
HARI MARYANTO

SMS / Call
0821 2466 6433

0878 8798 8838

 Whast App

0858 8047 6540

 

Pin BB:

D46B1E16

PENTING..!!!
“Kami tidak menjual produk melia biyang dan melia propolis murah (kw/palsu). Jadi jangan bandingkan harga kami dengan produk murahan diluar agen member resmi kami

 

Hasil gambar untuk terima kasih


Halaman UtamaHalaman Utama

Tombol Invite Otomatis



Language

English French German Spain Italian Dutch
Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

 

 

Troli  

(kosong)

User Online

User Online: 4
Today Accessed: 139
Total Accessed: 8019
Your IP: 54.144.100.123